PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah dengan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar yang masih dalam penanganan di antara enam provinsi prioritas. Berdasarkan data situasi dan kondisi per 12 Oktober 2026, luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di Kalteng mencapai 524,69 hektare.
Angka tersebut terdiri atas 10,80 hektare lahan dengan keterangan “LG” dan 513,89 hektare di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, yang dalam tabel diberi keterangan “LM”. Kedua angka tersebut tercantum dalam kolom luas lahan yang masih dalam proses pemadaman.
Sementara itu, total area karhutla yang masih dalam proses pemadaman di enam provinsi prioritas mencapai 639,23 hektare. Selain Kalimantan Tengah, wilayah yang masih melakukan penanganan meliputi Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dalam rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto, Selasa (13/10/2026). Laporan itu ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
“Yang terbakar yang masih ditangani oleh Satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektare. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah,” kata Suharyanto.
Berdasarkan data yang sama, total luas lahan terbakar di enam provinsi sejak data dasar per 31 Juli hingga penambahan kebakaran pada 1 Agustus–11 Oktober 2026 mencapai 129.899,59 hektare. Dari jumlah tersebut, 129.260,36 hektare dilaporkan telah dipadamkan, sedangkan 639,23 hektare masih dalam proses pemadaman.
Khusus Kalimantan Tengah, total luas lahan terbakar yang tercatat mencapai 23.304,72 hektare. Angka itu terdiri atas 7.634,46 hektare berdasarkan data per 31 Juli 2026 dan tambahan 15.156,37 hektare selama periode 1 Agustus hingga 11 Oktober 2026, berdasarkan penghitungan manual.
Dari total tersebut, seluas 22.780,03 hektare dilaporkan telah dipadamkan. Sementara itu, 524,69 hektare masih tercatat dalam proses pemadaman, termasuk area di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo meminta penegasan mengenai angka 639,23 hektare untuk memastikan bahwa jumlah tersebut merupakan luas lahan yang masih terbakar dan harus dipadamkan di enam provinsi.
“Saya mau rekonfirmasi ya, jadi kondisi sekarang total di enam provinsi yang masih harus dipadamkan berarti masih terbakar ya adalah 639,23 hektare, apa benar itu?” ujar Prabowo.
Suharyanto membenarkan angka tersebut dan menegaskan bahwa BNPB bersama satuan tugas terkait terus mengerahkan kemampuan untuk menangani kebakaran yang tersisa.
“Betul, Bapak Presiden. Kami siap untuk bekerja keras mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki,” kata Suharyanto.
Mendengar laporan itu, Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan area yang masih terbakar jauh lebih luas. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla.
“Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya. Saya ucapkan terima kasih atas jerih payah saudara-saudara, para panglima, para Kapolda, para pejabat di daerah-daerah,” ujar Prabowo.
Meski sebagian besar area yang tercatat telah dipadamkan, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah belum sepenuhnya selesai. Pemadaman di area tersisa dan upaya mencegah kebakaran susulan masih menjadi pekerjaan satuan tugas, terutama di kawasan yang rawan terbakar.
Bagikan ke
