PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Kreator konten yang dikenal dekat dengan kehidupan hutan, Andrew Kalaweit, menyoroti penyebab kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan. Ia menyebut sebagian besar kebakaran hutan bukan terjadi secara alami, melainkan dipicu aktivitas manusia.
Andrew menyampaikan hal tersebut melalui video yang direkam langsung dari kawasan hutan di Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang telah terdampak kebakaran. Video itu dibuat untuk menjawab pertanyaan masyarakat mengenai penyebab kebakaran hutan di Kalimantan.
Andrew yang telah tinggal di kawasan hutan Barito Utara sejak usia 13 tahun mengatakan karakter ekosistem Kalimantan berbeda dengan wilayah savana yang memiliki rumput kering dan lebih memungkinkan terjadinya kebakaran alami akibat sambaran petir.
Menurutnya, kondisi hutan di Kalimantan membuat keberadaan titik api perlu dilihat dari aktivitas manusia sebagai faktor utama.
“Di Kalimantan, semua titik api berasal dari manusia,” ujar Andrew dalam videonya.
Ia menjelaskan, aktivitas manusia yang memicu kebakaran dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Pembakaran lahan menjadi salah satu contoh, sementara tindakan sederhana seperti membuang puntung rokok juga dapat menjadi pemicu ketika kondisi lingkungan sangat kering.
Situasi semakin berisiko ketika musim kemarau membuat vegetasi dan lahan kehilangan banyak kelembapan. Kondisi kering membuat api lebih mudah menyebar dan semakin sulit dikendalikan.
Andrew juga menyinggung kondisi kemarau yang diperparah fenomena El Nino. Menurutnya, kondisi tersebut membuat hutan menjadi semakin kering sehingga ketika api muncul, proses pemadaman menjadi lebih sulit.
Dengan melihat skala kebakaran yang terjadi saat ini, Andrew menyebut sekitar 99 persen kebakaran terjadi akibat ulah manusia. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati ketika menggunakan api di sekitar hutan dan lahan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun selama musim kemarau. Kelalaian dalam menggunakan atau membuang sumber api dapat berujung pada kebakaran yang meluas.
Andrew juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pencegahan karhutla dengan melaporkan aktivitas pembakaran hutan dan lahan kepada pihak berwajib.
Menurutnya, upaya mencegah kebakaran harus dilakukan bersama. Kesadaran masyarakat menjadi penting karena kondisi hutan yang kering membuat api dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Melalui video tersebut, Andrew berharap masyarakat semakin memahami karakter hutan Kalimantan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap api, terutama selama musim kemarau. Ia menekankan bahwa menjaga hutan dari ancaman kebakaran membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Bagikan ke
