ISP dan IASI Donasikan 125 Ribu Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Kalteng

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Sebanyak 125.000 masker Sensi hasil donasi yang diinisiasi Ikatan Alumni Santa Ursula Jalan Pos Jakarta (ISP) dan Ikatan Alumni Serviam Indonesia (IASI) tiba di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (14/9/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dari total bantuan, sebanyak 90.000 masker diperuntukkan bagi orang dewasa dan 35.000 masker untuk anak-anak.

Pengiriman masker tersebut sempat tertahan selama 10 hari di Jakarta. Pengiriman terkendala penghentian sementara operasional penerbangan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta kondisi kabut asap yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Donasi tersebut mendapat dukungan PT Arista Latindo selaku produsen masker Sensi. Sementara proses logistik, operasional, hingga koordinasi penyaluran di Kalimantan Tengah didukung dan dikoordinasikan Yayasan Sahabat Teras Narang.

Ketua Yayasan Sahabat Teras Narang, Alfina Narang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak karhutla.

“Mereka yang terdampak Karhutla adalah saudara-saudara kami. Sebagai bagian dari masyarakat Kalimantan, kami ingin hadir, peduli, dan melakukan apa yang kami bisa. Semoga pembagian masker ini menjadi langkah kecil yang nyata untuk saling menjaga,” kata Alfina Narang.

Dalam enam hari ke depan, Yayasan Sahabat Teras Narang akan mendistribusikan bantuan tersebut ke 36 lokasi di Kalimantan Tengah yang terdampak kabut asap.

Kedatangan masker diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan perlindungan dasar masyarakat di tengah penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan partikulat di udara.

Perlindungan tersebut terutama penting bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi gangguan pernapasan.

Ketua ISP periode 2026–2029, Efika Rosemarie, mengatakan inisiatif tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap bencana yang terjadi di Kalimantan sekaligus wujud semangat pelayanan yang dipegang para alumni sekolah Ursulin.

“Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap bencana yang terjadi di Kalimantan sekaligus wujud nyata semangat Serviam yang kami pegang sebagai alumni sekolah Ursulin, yaitu untuk terus melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Efika.

Efika mengatakan bantuan tersebut dapat terwujud melalui dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, khususnya PT Arista Latindo yang memberikan donasi masker Sensi serta Yayasan Sahabat Teras Narang yang membantu proses logistik dan penyaluran bantuan di Palangka Raya.

Hingga pertengahan September 2026, kondisi karhutla di Kalimantan Tengah masih serius dan belum sepenuhnya terkendali. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi lebih dari 318.000 penduduk Kota Palangka Raya.

Berdasarkan data BPS 2025, jumlah penduduk Kota Palangka Raya mencapai 318.247 jiwa. Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, tercatat 135 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang berkaitan dengan bencana asap karhutla per 1 September 2026.

Kolaborasi ISP, IASI, PT Arista Latindo, dan Yayasan Sahabat Teras Narang tersebut menjadi bagian dari respons bersama untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Dukungan lintas pihak diharapkan terus berlanjut untuk mengurangi dampak bencana lingkungan dan melindungi masyarakat terdampak.

Bagikan ke