CILACAP, INFOKALTENG – Sebanyak 60 awak media nasional dari berbagai wilayah Indonesia mengunjungi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah, dalam rangkaian Pertamina Media Xpose (Pertamax) Journey 2026, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para jurnalis untuk melihat langsung operasional kilang sekaligus memahami proses di balik penyediaan energi yang digunakan masyarakat sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan mengenai operasional dan peran strategis Kilang Cilacap yang berlangsung di Patra Graha. Para jurnalis mendapatkan informasi mengenai proses bisnis, operasional kilang, produk yang dihasilkan, aspek keselamatan dan keandalan operasi, hingga kontribusinya terhadap kebutuhan energi nasional.
Setelah paparan, rombongan kemudian berkeliling area Kilang Cilacap dengan tetap mengikuti ketentuan keselamatan dan keamanan yang berlaku di lingkungan kilang. Para jurnalis dapat melihat secara langsung sejumlah fasilitas pengolahan serta infrastruktur pendukung operasional.
Kunjungan lapangan tersebut memberikan gambaran mengenai kompleksitas operasional kilang yang disebut menopang 34 persen kebutuhan BBM nasional dan 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa.
Executive General Manager RU Cilacap Hermawan Budiantoro mengatakan keterlibatan media dalam kunjungan tersebut penting untuk membangun pemahaman publik mengenai proses penyediaan energi.
“Kami ingin memastikan rekan-rekan media mendapatkan gambaran utuh bahwa energi yang digunakan masyarakat setiap hari melalui proses yang panjang dan membutuhkan keandalan operasi, disiplin, serta penerapan aspek keselamatan yang tinggi,” ujarnya.
Hermawan mengatakan Kilang Cilacap memiliki posisi strategis dalam sistem energi nasional. Kapasitas pengolahan dan beragam produk yang dihasilkan membuat keandalan operasional kilang menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan energi bagi masyarakat.
Selain menjaga keandalan operasi, Perwira Kilang Cilacap juga mengembangkan inovasi di bidang energi berkelanjutan. Salah satunya keberhasilan memproduksi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).
“PertaminaSAF menjadi bukti bahwa Perwira Pertamina tak henti berinovasi, memanfaatkan kembali minyak jelantah menjadi bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Inovasi ini menunjukkan bahwa kilang tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan energi saat ini, tetapi juga terus menyiapkan solusi energi yang lebih berkelanjutan untuk masa depan,” imbuhnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Dumatubun menilai kontribusi para Perwira di Kilang Cilacap menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. Ia juga mengapresiasi upaya menjaga keandalan operasi, keselamatan, serta menghadirkan inovasi.
“Kilang Cilacap memiliki peran yang sangat penting dalam ekosistem energi Pertamina. Apa yang dilakukan para Perwira di sini, mulai dari menjaga keandalan operasi, memastikan aspek keselamatan, hingga menghadirkan berbagai inovasi, memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional. Karena itu, kami mengapresiasi seluruh Perwira yang terus menjaga amanah tersebut dengan profesionalisme dan semangat inovasi,” tutur Roberth.
Bagikan ke
