Gunakan Modus Mengaku Relawan BPK, Pria di Palangka Raya Diduga Tipu Warga hingga Rp18,4 Juta

PALANGKA RAYA, INFOKALTENG – Seorang pria berinisial AS diamankan di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, setelah diduga menipu warga dan sejumlah pelaku usaha dengan mengatasnamakan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Modus yang diduga digunakan adalah mengedarkan proposal permintaan sumbangan yang telah diubah identitasnya, dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp18,4 juta.

Dugaan penipuan itu terungkap setelah peringatan mengenai AS beredar di grup WhatsApp relawan BPK. Informasi tersebut memicu munculnya laporan dari korban-korban lain yang mengaku pernah didatangi terduga pelaku.

“Jadi awalnya itu di WhatsApp Grup relawan BPK ada yang menginformasikan hati-hati terhadap terduga pelaku. Dari situ kemudian mencuat korban-korban lainnya,” kata anggota BPK Anjansu, Bilal, Kamis (22/10/2026).

AS kemudian diamankan sejumlah relawan ketika diduga hendak kembali meminta sumbangan di sebuah toko mebel di Jalan Dr. Murdjani, Palangka Raya. Pemilik toko telah mengetahui informasi mengenai dugaan modus tersebut dan berkoordinasi dengan relawan untuk mengantisipasi kedatangan AS.

Menurut Bilal, AS sebelumnya dijadwalkan datang ke toko itu pada sore hari, tetapi tidak muncul. Ketika kembali datang pada hari berikutnya, pemilik toko langsung menghubungi relawan.

“Pelaku dijanjikan untuk datang kemarin sore, tetapi kami tunggu tidak kunjung datang, pas hari ini pelaku datang lagi ke toko itu, pemilik toko langsung menghubungi kami,” ucapnya.

Bilal menduga AS mengubah nama, cap, dan tanda tangan dalam proposal milik relawan BPK YSR yang beralamat di Jalan Badak. Ia menegaskan bahwa nama BPK YSR tersebut tidak terdaftar dalam forum relawan.

“Pelaku mengganti nama, cap dan tanda tangan dari proposal kami, relawan BPK YSR tidak terdaftar di forum relawan,” ujarnya.

Saat diamankan, AS disebut membawa sebilah pisau dan pistol mainan yang diduga digunakan untuk menakut-nakuti calon pemberi sumbangan. Keterangan mengenai benda-benda tersebut masih perlu didalami dalam pemeriksaan kepolisian.

Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, membenarkan pihaknya menerima seorang pria berinisial AS yang dibawa oleh sejumlah relawan. AS diduga mengaku sebagai anggota BPK untuk meminta sumbangan kepada toko dan masyarakat di Palangka Raya.

“Tadi memang ada dari rekan-rekan relawan membawa seorang laki-laki berinisial AS, dugaannya yang bersangkutan mengaku sebagai BPK untuk meminta sumbangan kepada beberapa toko ataupun masyarakat yang ada di Kota Palangka Raya,” kata Iyudi.

Polisi masih memeriksa AS untuk mendalami dugaan penipuan tersebut, termasuk memeriksa kondisi kesehatannya di rumah sakit. Hingga kini, AS masih berstatus terduga pelaku dan belum dinyatakan bersalah melalui proses hukum.

Bagikan ke