Pertamina Jemput Bola, Warga Desa Terantang Tukar LPG 3 Kg ke Bright Gas

SAMPIT, INFOKALTENG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan layanan jemput bola penukaran LPG 3 kilogram bersubsidi ke Bright Gas 5,5 kilogram bagi warga Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Layanan melalui program “Ganti Bright Gas Kini Lebih Gampang” tersebut digelar pada Senin (14/9). Program menyasar masyarakat yang dinilai mampu secara ekonomi agar beralih menggunakan LPG nonsubsidi.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan layanan langsung ke desa dilakukan untuk memudahkan masyarakat memperoleh LPG nonsubsidi sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya.

“Kami hadir langsung untuk memudahkan masyarakat beralih ke Bright Gas sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Layanan ini menjangkau warga hingga ke desa agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujar Edi.

Untuk mencapai Desa Terantang, tim Pertamina harus menempuh perjalanan darat dari Sampit, kemudian melanjutkan perjalanan menyusuri sungai menggunakan perahu klotok dan berjalan kaki menuju lokasi kegiatan.

Puluhan warga menyambut kedatangan tim Pertamina dan mengikuti proses penukaran tabung LPG. Peserta menyerahkan dua tabung LPG 3 kilogram serta menunjukkan KTP untuk proses verifikasi.

Setelah melalui proses verifikasi, peserta mendapatkan satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram tanpa biaya pembelian tabung. Selain itu, peserta juga memperoleh tambahan minyak goreng.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga, Donny Prasetya, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung penggunaan LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

“Masyarakat yang mampu kami dorong untuk beralih menggunakan produk nonsubsidi, sehingga LPG 3 kilogram dapat lebih tersedia bagi masyarakat yang memang berhak,” ujar Donny.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kalimantan Tengah, Bagas Wicaksono, menambahkan layanan langsung di desa juga menjadi sarana bagi masyarakat mendapatkan informasi mengenai LPG nonsubsidi. Warga yang masih menggunakan LPG 3 kilogram dan merasa mampu secara ekonomi didorong untuk beralih ke Bright Gas.

Salah seorang warga Desa Terantang, Ijal, mengapresiasi layanan tersebut karena warga tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan informasi maupun mengikuti program penukaran. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui program peralihan dari LPG 3 kilogram ke produk nonsubsidi.

Pertamina mengapresiasi partisipasi warga Desa Terantang dalam mendukung penggunaan LPG sesuai peruntukannya. Peralihan masyarakat yang mampu ke LPG nonsubsidi diharapkan turut membantu menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram bagi masyarakat yang berhak.

Bagikan ke