NANGA BULIK, INFOKALTENG – Aksi nekat orang tak dikenal (OTK) yang menggergaji Jembatan Ribau, penghubung antara Desa Kina dan Jemuat, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Selasa (1/7), menghebohkan warga. Diduga kuat, aksi tersebut merupakan buntut dari selisih paham yang terjadi saat acara dangdutan di wilayah tersebut.
Akibat aksi tersebut, satu orang warga menjadi korban. Kepala Sekolah SMP Satap 3 Kina, Jajar, terjatuh ke bawah jembatan bersama sepeda motornya karena tak mengetahui bahwa papan penyeberangan telah dipotong. Ia mengalami luka ringan, namun sepeda motornya mengalami kerusakan parah.
Menurut keterangan warga, Jajar saat itu berniat menolong seorang warga Desa Jemuat yang hendak pulang berjalan kaki. Ia mengantar menggunakan motor, namun saat melintasi jembatan, ban motor selip karena hanya tersisa satu papan melintang. Ia pun terperosok bersama motornya.
Warga menduga insiden pemotongan jembatan ini bukanlah kecelakaan biasa. Beberapa hari sebelumnya, sempat terjadi keributan saat acara hiburan malam berupa pertunjukan dangdut. Perselisihan antara dua kelompok warga ditengarai menjadi motif terjadinya sabotase terhadap jembatan penghubung tersebut.
Sejak kejadian itu, akses menuju Desa Jemuat terganggu total. Kepala desa setempat bahkan harus mengerahkan warga untuk menjaga dan membantu setiap kendaraan yang akan menyeberang, dengan memasang dan mencabut papan secara manual.
Upaya darurat ini dilakukan sambil menunggu proses penyelidikan dari pihak kepolisian. Warga menahan diri untuk tidak memperbaiki jembatan secara permanen sebelum ada olah tempat kejadian perkara (TKP), agar jejak pelaku tidak hilang.
Jembatan Ribau merupakan satu-satunya akses darat menuju Desa Jemuat. Terputusnya jembatan ini bukan hanya menyulitkan warga yang hendak bersekolah atau bekerja, tetapi juga menghambat pengiriman bahan pokok ke desa.
Warga berharap pelaku segera diusut tuntas dan dihukum seberat-beratnya. Mereka juga meminta agar jembatan segera diperbaiki agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
Insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya menjaga fasilitas umum dari konflik pribadi atau kelompok. Tindakan sabotase seperti ini bukan hanya merugikan secara materiil, tetapi juga membahayakan nyawa warga yang tak bersalah.
Copyright © 2020 Info Kalteng All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer